Rammang-rammang merupakan objek wisata alam yang berada di desa Silenrang kompleks Pabrik Semen Bosowa Maros. Yang membuat saya suka adalah setelah melewati baruga Desa Silenrang kita akan melewati hamparan sawah yang sangat indah, diikuti dengan udara yang sejuk membuat saya betah berlama-lama di sana. Masyarakat yang ramah dan sangat baik membuat perasaan makin senang. Perjalanan yang cukup panjang dan moda transportasi serta jalanan yang masih kurang bagus tidak mematahkan semangat saya untuk terus melangkah maju.
Pemandangan batu karst yang terkenal sebagai karts kedua terbesar, terpanjang dan terindah kedua didunia yang terbentuk dari batu gamping ribuan tahun yang lalu yang membentang sepanjang 4.750 hektare merupakan World Heritage Site yang diakui oleh UNESCO (Sumber: http://dampangsalenrang.blogspot.com/2013/08/mengenai-rammang-rammang-batu-karst.html) membuat saya takjub dan membuat saya tidak sabar ada kejutan apa lagi yang ada didalamnya. Kurangnya petunjuk arah membuat kami sempat tersesat, tapi dengan bantuan masyarakat sekitar akhirnya kami sampai pada tempat pemberhentian (dermaga) menuju rammang-rammang.
Sesampainya di dermaga, kamipun menaiki perahu kecil (Lepa-lepa). Sepanjang perjalanan kami disuguhi berbagai pemandangan alam yang indah yang wajib diabadikan. Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, kamipun sampai di dermaga kecil tempat pelabuhan perahu-perahu dan jangan khawatir mereka akan menunggu kita sampai perjalanan selesai. Disana kami disambut oleh masyarakat yang bersedia menghantar kami mengelilingi tempat tersebut. Yang menjadi Guide kami yakni seorang gadis kecil yang cantik. kami pun di ajak mengelilingi pesisir gua yang konon terdapat jejak tangan di salah satu dindingnya. Tidak ada yang tahu pemilik telapak tangan dan kapan telapak tangan itu dibuat. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke bendungan, Hanya saja sebelum beranjak cuaca kurang bersahabat. Jadi, kami beristirahat di rumah warga sekitar. Sedikit berbincang-bincang mengenai tempat ini dan kami disuguhkan segelas teh hangat untuk menghangatkan diri. Kurangnya fasilitas yang ada seperti listrik, air, dan alat transportasi membuat kami terteguh, dimana warga kota yang sangat risau jika tidak adanya fasilitas diatas. Terlepas dari itu, cuaca pun mulai bersahabat. Kami melanjutkan perjalanan melewati sepetak perkembang biakan ganggang laut. Rute yang sangat melelahkan dan lagi kami harus menyeberangi sungai di atas tumpukan bambu yang di ikat disusun menjadi sebuah jembatan penyebrangan yang menurut saya cukup ekstrim. Jalanan yang sempat becek membuat kami berhati-hati sampai berpegangan pada batang pohon pisang, sampailah kami pada titik terakhir perjalanan kami. Mendaki batu-batuan yang tajam untuk sampai pada puncak.
Rute:
Makassar - Maros kurang lebih 90 menit. Sesampainya di kompleks Pabrik Semen Bosowa yang tidak terlalu jauh dari jalan masuk, akan ada baruga bertuliskan Selamat Datang Karst Kab. Maros, Desa Silenrang, Kec. Bontoa. Perjalanan kurang lebih 10-20 menit akan ditemui dua jalur. Jalur yang ditempuh adalah yang di sebelah kanan. 30-40 menit kemudian kita akan sampai di dermaga yang merupakan pemberhentian terakhir bagi kendaraan bermotor yang harus dilalui karena jalanan yang kurang bagus serta adanya jalan mendaki yang terjal. Perlu diketahui jalanan yang kecil membuat hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat dan disarankan jangan menggunakan mobil kecil.
Harga:
Penitipan kendaraan bermotor (sukarela) Rp 10.000
Penyewaan perahu Rp 150.000 - Rp 200.000 pulang pergi
Guide 1 (sukarela) Rp 20.000
Guide 2 (sukarela) Rp 50.000 (dijamu)
NB: saat berkunjung baiknya membawa bekal perjalanan.





















